
Kue talam adalah satu di antara jajanan tradisional khas Indonesia.
Jajanan satu ini mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional maupun semua daerah di Indonesia.
Kue tradisional ini termasuk dalam kategori kue basah, jadi tidak akan bertahan lama saat dihidangkan.
Bahan dasar untuk membuat kue talam adalah tepung-tepungan, seperti tepung terigu, tapioka, tepung beras, ataupun tepung sagu.


Kue talam juga dapat dijadikan hidangan saat berbuka puasa.
- Sejarah & Filosofi
Kue ini dikenal tak lepas dari sejarah Betawi.
Kue yang diduga berumur lebih dari 500 tahun ini ternyata banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, dan Eropa.
Kata “kue” berasal dari kata serapan dari Bahasa Kokkian: koé.
Pada awalnya istilah kue memang digunakan untuk menyebut kue tradisional peranakan Tionghoa.
Ciri khas kue ini adalah bertekstur lentur dan lengket yang menggambarkan kekentalan dalam hubungan kekerabatan antar manusia.
Rasanya yang gurih dan manis legit menggambarkan perpaduan sejarah kehidupan manusia di muka bumi.

Sebab itulah kue talam dibuat dua lapis, yakni rasa manis pada bagian bawah dan rasa gurih di bagian atas.
Pada jaman dahulu, kue ini tidak memiliki banyak varian seperti saat ini.
Disebut ‘Kue Talam’ karena adonan kue ini dicetak pada loyang bulat atau ‘Talam’.
- Bahan
Bahan Lapisan Hijau
150 gram tepung beras
400 ml santan dari sebutir kelapa
80 gram gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt pasta pandan hijau
1 lembar daun pandan
Bahan Lapisan Putih
50 gram tepung beras
200 ml santan
1/2 sdt garam
1 lembar daun pandan, ikat simpul
- Cara Membuat
Cara Membuat Lapisan Hijau:
1. Rebus santan bersama gula pasir, garam, daun pandan, dan pasta pandan di atas api kecil. Rebus hingga hangat saja, tidak sampai mendidih. Jika sudah terbentuk gelembung halus di pinggir panci, matikan api.
2. Siapkan wadah berukuran besar, masukkan tepung beras. Tuang santan hangat ke mangkuk berisi tepung beras, lalu aduk rata.
3. Siapkan cetakan kue talam, olesi tipis-tipis bagian dalamnya dengan minyak goreng, agar tidak lengket.
4. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 bagian. Kukus dengan api sedang selama 20 menit, lalu tuang adonan putih di atasnya.
Cara Membuat Lapisan Putih
1. Rebus santan bersama garam, daun pandan, dan daun pandan menggunakan api kecil. Rebus hingga hangat saja, tidak sampai mendidih.
2. Siapkan wadah berukuran besar, masukkan tepung beras. Tuang santan hangat ke dalam mangkuk berisi tepung beras, lalu aduk rata.
3. Tuang adonan putih ke atas adonan hijau yang sudah dikukus terlebih dahulu, isi hingga permukaannya penuh.
4. Kukus kembali adonan selama 15 menit hingga matang. Matikan api, diamkan hingga suhu ruang sebelum dikeluarkan dari cetakan.